Kamis, 20 Juni 2013

Bagaimana cara memilih kepala daerah yang baik dan benar?

Memilih kepala daerah kurang lebih, hampir sama seperti memilih tempat kost yang akan kita tempati. Jika kita salah dalam menggunakan “How-To” dalam memilih kedua hal diatas, maka akan berpengaruh besar dengan kost yang akan kita tempati.

Dalam memilih kost, tentu saja kita menginginkan tempat yang kondisinya sesuai dengan iklan yang diberikan atau kondisi yang diberitahu oleh pemilik/ pengurus kost. Dan tentu juga kita juga menginginkan pemilik/ pengurus kost tersebut memperhatikan kondisi fasilitas kost, bahkan kalau bisa memperhatikan pengguna kost sekalian. Begitu juga dengan kepala daerah. Kita menginginkan kepala daerah yang memperhatikan fasilitas-fasilitas daerah tempat kita tinggal, bahkan kalau bisa memperhatikan kebutuhan kita. Seperti kesehatan, pendidikan, keamanan dan transportasi.

Nah, untuk orang yang masih ‘galau’, saya ingin membagi sudut pandang saya tentang bagaimana cara saya memilih kepala daerah yang baik dan benar.

———————————————————————-

Pertama, Memilih kepala daerah yang bisa memenuhi janjinya yang diumbar ketika masa kampanye. Seperti yang saya tulis diatas, ketika kita memilih kost (yang juga artinya kita memilih pengurus kost juga) tentu saja kita pasti memilih kost yang memiliki kondisi yang hampir sama dengan yang diiklankan. Dalam arti, kekurangan yang kita dapatkan nantinya masih dapat ditoleransi.

Marilah kita bertanya kepada diri sendiri, apakah calon kepala daerah ini sebelumnya sudah memenuhi janjinya kepada kita? Ada 3 kondisi.

1. Sudah memenuhi janjinya seperti masa kampanye sebelumnya.

2. Belum, karena belum pernah menjabat sebagai kepala daerah.

3. Belum, karena janji tidak terlaksana dengan alasan yang dibuat-buat atau mencari kambing hitam.

Jika jawabannya adalah poin 1, Pilihlah dia kembali. Jika jawabannya poin 2, berilah kesempatan. Jika jawabannya poin 3, jangan pilih dia. Alasannya, seorang pemimpin harus memiliki kejujuran dan keinginan untuk memenuhi janjinya. Pemimpin itu akan membuat organisasi yang dipimpin akan berkembang jika memiliki keinginan positif.

Kedua, Memilih kepala daerah bukan berdasarkan agama atau suku. Tapi berdasarkan kualitas yang dimilikinya. Sama seperti memilih kost, apakah kita memilih kost karena agama atau suku pemiliknya? Tentu tidak. Justru kita harusnya melihat bagaimana kondisi kost dan sifat + sikap pengurus/pemilik kost tersebut. Apakah anda sendiri mau tinggal dikost yang pengurusnya suka menyalahkan orang lain ? Atau, jika pemilik/pengurus kost tersebut tidak mengurus fasilitas kost dengan baik?

Begitu juga dalam memilih kepala daerah, kita harus memilih kepala daerah berdasarkan kualitas kepemimpinan dalam mengurus daerah. Bagaimana menentukan kualitas kepemimpinan calon ? Sebenarnya caranya cukup mudah.

1. Pernah memimpin, dan berhasil dalam memimpin suatu organisasi.

2. Pernah memimpin, dan gagal dalam memimpin suatu organisasi.

3. Belum pernah memimpin.

Pada poin 1, berikan suara anda kepada dia. Dan poin 2, tinggalkan jauh-jauh calon seperti ini. Dan untuk poin 3, anda bisa memberikan kesempatan kepada calon tersebut. Alasannya, kemampuan memimpin bukan datang dari bangku sekolah atau kuliah. Tapi datang dari pengalaman yang telah ditempa bertahun-tahun.

Pemimpin yang berhasil adalah pemimpin mau dan bisa mendengar semua masalah dalam organisasi dan menggunakan SDA + SDM yang ada secara efektif dan optimal untuk menuntaskan masalah tersebut. Solusi masalah yang digunakan pemimpin yang berhasil tidak selalu datang dari dirinya sendiri, dia mendengarkan semua solusi yang diajukan. Dan meracik semua solusi itu menjadi satu solusi yang efektif.

———————————————————————-

Setelah anda membaca tulisan saya diatas, saya berharap anda yang masih galau dalam memilih pemimpin dapat memutuskan dengan bijak. Ingat, jangan menggunakan satu acuan dalam memilih pemimpin. Anda harus sangat objektif dan teliti dalam memilih pemimpin. Karena sebuah kota dapat berkembang pesat dalam 5 tahun, jika anda memiliki pemimpin yang tepat. Dan kota itu dapat menjadi lebih berantakan jika memiliki pemimpin yang salah.

Akhir kata, saya mendoakan anda sekalian agar mendapatkan pemimpin yang benar-benar dapat memimpin dan memperhatikan kebutuhan seluruh penduduknya. Baik itu kesehatan, pendidikan, keamanan maupun transportasi.

Ingat........Jangan GOLPUT.....satukan suara, pilih yang benar dan besar, jangan sampai suara terpecah. Karena suara kita menentukan Daerah kita sendiri.

File Entri:

Dartar Artikel
Bagaimana cara memilih kepala daerah yang Baik dan Benar
PENCITRAAN PARTAI GOLKAR
Relawan Jokowi se-dunia: Pokoknya Jokowi harus jadi presiden
Ngeri, 35% bantuan tunai habis untuk beli rokok
Jokowi Akan Duet dengan Tokoh Golkar?

- Kepemimpinan Menurut Sunah Nabi Muhammad SAW
        - Pemimpin dilarang mengeksploitasi rakyat kecil
        - Amanat di balik jabatan
        - Allah membenci pemimpin Yang mengejar jabatan
        - Keseimbangan hak rakyat dan tanggung jawab pemimpin
        - Kepemimpinan tidak mengenal warna kulit
        - Batas-batas kepatuhan rakyat terhadap pemimpin
        - Sorga bagi pemimpin yang adil
        - Jaminan bagi pemimpin yang adil
        - Pemimpin harus bersikap adil
        - Pemimpin sebagai pelayan rakyat
        - Pemimpin dilarang bersikap otoriter
        - Kontrak politik sebagai mekanisme kontrol terhadap pemimpin
        - Pemimpin dilarang bersikap birokratis
        - Kesejahteraan rakyat adalah Tanggung jawab seorang pemimpin
        - Hukuman bagi pemimpin yang menipu rakyat
        - Pemimpin dzalim dibenci allah
        - Mewaspadai para pembisik pemimpin
        - Pemimpin perlu “pembantu” yang jujur
        - Shalat mendorong pemimpin berbuat adil
        - Pemimpin yang bodoh
        - Pemimpin dzalim dibenci allah
        - Kedzaliman pemimpin mempercepat datangnya kiamat
        - Menjaga amanat adalah bagian dari iman
        - Pemimpin dianjurkan memberi suri tauladan yang baik (nasehat) kepada rakyatnya
        - Jabatan Pemimpin itu dekat dengan neraka
        - Pemimpin harus membimbing rakyatnya
        - Situasi zaman pasca kepemimpinan rasul s.a.w
        - Kepemimpin yang buruk
        - Balasan bagi pemimpin yang otoriter
        - Melawan pemimpin dzalim adalah jihad akbar
        - Keputusan pemimpin harus aspiratif
        - Pemimpin dituntut berijtihad
        - Pemimpin harus punya pedoman kepemimpinan
        - Good and clean governance dalam islam
        - Pemimpin harus peka terhadap Kebutuhan rakyat
        - Pemimpin dilarang mengambil keputusan dalam keadaan emosional
        - Hukuman bagi pemimpin yang suka money politic
        - Masa kepemimpinan maksimal dua periode
        - Wajib berkata benar kepada pemimpin Meski terasa pahit
        - Sikap dengki pemimpin sangat membahayakan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar